BERITA TERBARU

KY Jaring CHA Jabar Potensial

04-04-2017 | Dimuat oleh Administrator
 
Bandung - Admin – Bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Komisi Yudisial (KY) melakukan sosialisasi dan penjaringan Calon Hakim Agung terhadap Hakim Tinggi, kalangan akademisi dan praktisi hukum potensial yang diundang. Didampingi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat dan Hakim Tinggi Herman Heller Hutapea, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Maradaman Harahap mensosialisasikan proses penjaringan Calon Hakim AGung yang merupakan amanat undang-undang, Komisi Yudisial (KY) berwenang untuk mengusulkan hakim agung kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. KY memastikan akan membantu meyakinkan DPR untuk menyetujui calon-calon yang sudah dinyatakan lulus di seleksi KY. Aspek kualitas dan integritas menjadi jaminan bahwa calon-calon tersebut adalah yang terbaik.
 
“KY tidak akan melepaskan para calon yang diusulkan ke DPR begitu saja. KY tetap mengawal dan melakukan pertemuan-pertemuan yang intensif dengan DPR,” ungkap Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Maradaman Harahap di depan para peserta penjaringan seleksi CHA Tahun 2017, Rabu (22/3) di Pengadilan Tinggi Jawa Barat (PT Jabar), Bandung saat menjawab salah satu pertanyaan peserta perjaringan soal proses fit and proper test di DPR.
 
Hakim Tinggi PT Jawa Barat Eddy Pangaribuan meminta KY untuk dapat mempertahankan calon yang telah lolos seleksi di KY.
 
“KY punya parameter yang terukur dalam semua proses seleksinya. Jangan hanya karena proses politik menjadikan Anggota DPR bisa menggugurkan calon hakim agung yang sudah disaring dengan sangat ketat di KY,” harap Eddy.
 
Penjaringan CHA Tahun 2017 ini merupakan salah satu upaya KY untuk “jemput bola” ke beberapa daerah agar menarik antusiasme para CHA potensial untuk mengikuti seleksi.
 
"Namun, sayangnya di tahun 2017 ini KY hanya sekali melakukan seleksi calon hakim agung. Padahal, dilihat dari formasi yang dibutuhkan ditambah lagi dengan dua orang yang akan pensiun tahun ini, kami membutuhkan minimal setahun dua kali seleksi," tambah Maradaman.
 
Seleksi CHA Tahun 2017 ini untuk memenuhi kekosongan 6 jabatan hakim agung yang terdiri dari 1 orang Kamar Pidana, 2 orang Kamar Perdata, 1 orang Kamar Agama, 1 orang Kamar Militer (berasal dari militer), dan 1 orang Kamar Tata Usaha Negara (yang memiliki keahlian hukum perpajakan).
 
Dalam kesempatan itu pula, Maradaman berpesan kepada para hakim tinggi yang telah memenuhi persyaratan untuk segera mendaftar seleksi CHA Tahun 2017. Menurutnya, jabatan hakim agung adalah puncak karir tertinggi dari seorang hakim. (KY/Jimmy/Festy)