Direktori Pekara Putus

Berita PT

Undangan Pembahasan RKA-KL 2009

07-11-2008 | Dimuat oleh naz

BANDUNG-Admin. Memperhatikan surat Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI tanggal 5 Nopember 2008 No. 242/S-Kel/BUA-Renog/XI/2008 tentang Jadual Penelaahan RKA-KL Mahkamah Agung RI Tahun Anggaran 2009, kami mengundang para Wakil Sekretaris/Penanggung Jawab Kegiatan Satker Pengadilan Negeri se wilayah hukum Pengadilan Tinggi Bandung untuk hadir dalam acara sosialisasi membahas RKA-KL tahun 2009 pra penelaahan pada hari Senin, 10 Nopember 2008 pukul 13.00 s/d selesai, tempat Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Bandung.


13 Orang Calon Hakim Agung Lulus Seleksi Kualitas dan Kepribadian

05-11-2008 | Dimuat oleh dani

Mustafa Abdullah, Anggota KY didampingi Thahir Saimima, Wakil Ketua KY dan Eddy Hary Susanto, Ka.Biro Seleksi dan Penghargaan ketika mengumumkan hasil kualitas dan kepribadian seleksi CHA di kantor KY, Selasa (4/11/08). Jakarta, 4/11/2008 (Komisi Yudisial)-Sebanyak 13 orang calon hakim agung dinyatakan lulus tahap tes kualitas dan kepribadian dalam seleksi calon hakim agung oleh Komisi Yudisial (KY). Informasi ini disampaikan Mustafa Abdullah, Anggota Komisi Yudisial/Koordinator Bidang Penilaian Prestasi Hakim dan Seleksi Hakim Agung dalam konferensi pers di kantor Komisi Yudisial.

Jakarta, Selasa (4/11). Tahapan seleksi kualitas dan kepribadian merupakan tahap kedua dari seluruh rangkaian proses seleksi calon hakim agung oleh KY. Seleksi kualitas dan kepribadian ini diikuti oleh 42 orang calon hakim agung yang sebelumnya dinyatakan lulus proses administrasi. Dalam tahap ini para calon hakim agung diuji pengetahuannya di bidang hukum melalui tes kasus hukum dan pembuatan karya ilmiah. Selain itu, para calon juga harus melewati tes psikologi dan kesehatan.

Hasil karya para calon hakim agung dalam 2 tahun terakhir juga termasuk yang dinilai. Mustafa menjelaskan, dari 13 orang yang dinyatakan lulus seleksi kualitas dan kepribadian 10 orang berasal dari hakim karier dan 3 orang lagi berasal dari non karier. Lebih lanjut, Thahir Saimima, Wakil Ketua KY, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menjelaskan, 10 orang yang berasal dari hakim karier terdiri dari 4 orang hakim militer dan 6 orang hakim Pengadilan Tinggi baik Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara maupun Pengadilan Tinggi Umum. Sedangkan, 3 orang yang berasal dari non karier terdiri dari 1 orang akademisi, dan 2 orang militer. “13 orang ini belum final karena masih ada tahapan investigasi dan wawancara oleh 6 orang komisioner KY.

Tahapan investigasi akan kami mulai pada 5 November dan selesai pada 2 Desember 2008,” kata Mustafa. Kekosongan jumlah hakim agung di tahun 2008 ini mencapai 14 orang. Sebelumnya, KY telah melakukan seleksi untuk mengisi kekosongan 6 hakim agung. Proses seleksi sebelumnya telah menghasilkan 18 nama yang kemudian diserahkan ke DPR untuk di fit and proper dan telah dipilih 6 orang sebagai hakim agung baru. Tahapan seleksi calon hakim agung yang dilakukan KY saat ini adalah untuk mengisi sisa 8 posisi hakim agung yang kosong. Sesuai ketentuan undang-undang tentang KY, KY diharuskan mengusulkan kepada DPR 3 kali lipat dari jumlah hakim agung yang kosong. Sehingga KY seharusnya, dalam seleksi sekarang, mengusulkan 24 orang calon hakim agung ke DPR. “Dilihat dari jumlah 13 orang sudah jelas bahwa kami tidak dapat memenuhi jumlah yang 24 itu. Namun demikian, setelah para calon ini diusulkan ke DPR kami akan membuka pendaftaran baru untuk melakukan seleksi guna memenuhi formasi ini. Itulah tadi yang kami bicarakan dengan Mahkamah Agung,” ujar Mustafa.

Pemilihan Ketua MA Dipengaruhi RUU

05-11-2008 | Dimuat oleh dani

Saat ini RUU MA masih dibahas oleh tim di Komisi III DPR. Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari, saat dihubungi mengatakan, tim sinkronisasi belum mencapai kata sepakat mengenai perpanjangan usia pensiun hakim agung. Masalah usia pensiun itu, jelasnya saat itu, dikembalikan kepada panitia kerja. Perpanjangan usia pensiun hakim agung menjadi 70 tahun— apabila disetujui DPR—akan membuka peluang hakim-hakim agung senior untuk bersaing mengikuti pemilihan.

Seperti diketahui, saat ini mayoritas hakim agung berusia lebih dari 65 tahun. Beberapa pucuk pimpinan seperti Harifin berusia 67 tahun pada Februari 2009 dan Djoko Sarwoko 67 tahun pada Desember 2009. Demikian pula Abdul Kadir Mappong yang akan pensiun pada tahun depan. Saat ditanya apakah akan mencalonkan diri menjadi Ketua MA jika ketentuan pensiun 70 tahun berlaku, Harifin hanya mengatakan, setiap hakim agung punya hak untuk memilih dan dipilih. Eva menegaskan, pembahasan RUU MA dan dua RUU lainnya, RUU Komisi Yudisial dan RUU Mahkamah Konstitusi, memang mendapat prioritas Komisi III.

Eva mengakui ada tekanan untuk segera menyelesaikan pembahasan ketiga RUU ini. Tekanan itu disebabkan banyaknya utang/tugas yang harus diselesaikan komisi hukum ini. Komisi III, jelas Eva, berkomitmen menyelesaikan tiga paket RUU di bidang kekuasaan kehakiman ini bersama-sama. ”Jadi, meskipun RUU MA sudah selesai, harus tetap menunggu RUU Komisi Yudisial dan RUU Mahkamah Konstitusi agar bisa disahkan bersama,” ujarnya.

sumber : kompas.com

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Lima Ketua Pengadilan Tinggi

04-11-2008 | Dimuat oleh naz

JAKARTA-PT.Bdg. Bertempat di Gedung Mahkamah Agung RI. hari Senin tanggal 3 Nopember 2008, Dr. Harifin A. Tumpa, SH., MH., Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Nonyudisial yang juga Pelaksana Harian Ketua Mahkamah Agung,mengambil sumpah dan melantik lima Ketua Pengadilan Tinggi baru yaitu H. Suwardi, SH (Ketua Pengadilan Tinggi Bandung), H. Soemarno, SH. (Ketua Pengadilan Tinggi Banten), Hj. Nurganti Saragih, SH (Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta), Soltoni Mohdally, SH (Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin) dan Ndjilei Kaban, SH (Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung).

 

Bagir Pensiun, Harifin Pimpin Sementara MA

30-10-2008 | Dimuat oleh dani

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kiri) dan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan seusai me- nandatangani berita acara serah terima kewenangan penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah da- ri Mahkamah Agung kepada Mahkamah Konstitusi, di Gedung Mahkamah Agung,

Jakarta, Rabu (29/10). Kamis, 30 Oktober 2008 | 03:00 WIB Jakarta, Kompas - Menyusul berakhirnya masa kerja Bagir Manan sebagai Ketua Mahkamah Agung per 31 Oktober, Mahkamah Agung akan dipimpin oleh Harifin A Tumpa. Harifin akan menjalankan tugas pimpinan tersebut hingga terpilihnya Ketua MA baru sebagai pengganti Bagir. Demikian diungkapkan Juru Bicara MA Djoko Sarwoko, Rabu (29/10) di Jakarta. Menurut Djoko, Harifin secara otomatis akan memimpin MA seperti tradisi yang berlaku di pengadilan. Telah menjadi kebiasaan apabila terjadi kekosongan ketua di suatu pengadilan maka akan dipimpin oleh wakil ketua. ”Kalau ketua dan wakilnya tidak ada, maka pengadilan akan dipimpin hakim senior yang ada di tempat tersebut,” kata Djoko.

Seperti diketahui, Harifin saat ini menjabat Wakil Ketua MA Bidang Non-yudisial. Ditanya mengenai pemilihan Ketua MA baru, Djoko mengatakan pihaknya belum membicarakan hal tersebut. Pemilihan ketua baru akan dilakukan dalam suatu rapat pleno hakim agung. Hingga saat ini, jelasnya, MA belum membahas persiapan pemilihan, termasuk tata cara pemilihan. ”Kami belum memastikan apakah akan menggunakan tata cara lama atau baru,” ujar Djoko. Pada pemilihan Ketua MA sebelumnya, pemilihan dilakukan dalam dua putaran. Setiap hakim agung mengajukan nama. Nama- nama yang mendapatkan suara besar akan dipilih kembali untuk mendapatkan suara terbanyak. ”Tiap hakim agung berhak memilih dan dipilih,” ujarnya. Laksanakan terbuka Terkait dengan pemilihan Ketua MA, peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, meminta agar hal itu dilaksanakan secara terbuka. ”Proses pemilihan harus dapat dipantau oleh masyarakat dan media,” katanya. Mengenai sosok Ketua MA mendatang, ia berharap calon yang dipilih tidak berusia lebih dari 65 tahun. Hal itu agar yang bersangkutan dapat memimpin MA dalam jangka waktu yang relatif lama mengingat usia pensiun hakim agung hanya maksimal 67 tahun. Akan tetapi, Febri meragukan ada sosok hakim agung yang tepat. Dalam arti, hakim yang mampu menjadi manajer peradilan seluruh Indonesia sekaligus puncak dari semua hakim. ”Tidak ada calon yang menonjol. Kalau ada hakim yang bagus, kemampuan manajerialnya masih kurang,” katanya.

sumber : http://cetak.kompas.com

Fokus PT Bandung

  • Fokus
    images/header.jpg
    Penerimaan Calon Hakim di Lingkungan Mahkamah Agung RI Tahun Anggaran 2017
    Jakarta - Humas Bersama ini disampaikan Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Hakim di Lingkungan Mahkamah Agung RI... Selengkapnya
  • Fokus
    images/header.jpg
    PEMBANGUNAN MASJID AL-MIZAN PENGADILAN TINGGI JAWA BARAT
    ASSALAAMUÁLAIKUM WR, WB. PUJI DAN SYUKUR KITA CURAHKAN KEPADA ALLAH RABBUL 'IZZATI YANG TELAH MEMBERIKAN... Selengkapnya